Lie Detection Skill

Allah menciptakan manusia dengan sangat sempurna, semua alat dan skill yang dibutuhkan untuk bisa bertahan hidup di kerasnya dunia ada pada manusia. Mulai dari tangan, mata, otak, kaki, insting, nalar dan masih banyak lagi sehingg tidak mungkin bisa kita daftar satu persatu walaupun dengan menggunakan semua pohon di muka bumi sebagai pena dan air lautan sebagai tintanya.

Manusia juga dilengkapi dengan id, ego, dan super-ego, yang bisa mengukuhkan dirinya baik sebagai manusia sosial dan individu. Id yang melambangkan primitive desires atau sederhananya bisa disebut dengan hawa nafsu, sedangkan super-ego adalah internalisasi diri tentang nilai, norma, susila yang kita anut , dan ego adalah kekuatan yang menghubungkan keduanya. sayangnya, tidak sedikit di antara semua kholifah Allah di muka bumi ini yang kurang bisa mengendalikan primitive desire-nya, sehingga kadang harus berbohong, menipu, bersikap culas dan yang sejenisnya untuk memenuhi si hawa nafsu. Hal ini menunjukan penguasaan ego yang rendah, sehingga tidak bisa men-singkronkan antara kebutuhan dan nila serta norma yang ada.

Pengendalian ego yang kurang matang, membuat manusia kadang mengambil jalan pintas dalam mendapatkan kebutuhanya. Berbohong, menipu, mengelabui merupakan sedikit dari trik untuk mempersingkat jalan menuju kebutuhan yang telah di tentukan oleh id dengan mengorbankan super-ego.

Dalam berbohong manusia mendholimi salah satu bagian dari fitrahnya sebagai manusia, yaitu super-ego, sehingga akan mengganggu keseimbangan kondisi psikologi dan fisiologi manusia tersebut. Dari kondisi inilah kita bisa mengetahui kapan seseorang itu berkata bohong dan kapan seseorang itu berkata jujur dengan memperhatikan kondisi psikologi dan fisiologinya.

Bahasa tubuh

Seorang yang sedang menyimpan kebohongan, secara psikologi akan merasa tertekan, apalagi ketika disinggung lebih-lebih ditanyai mengenai hal yang sedang ia tutup-tutupi. Secara umum, beberapa tanda-tanda yang ditampakkan oleh orang yang sedang berbohong adalah sebagai berikut:

  • Keinginan yang kuat untuk melarikan diri dari masalah, membuat orang yang menyembunyikan kebenaran menjadi sangat mudah dialihkan pembicaraanya. Misalkan ketika pihak penanya mengalihkan topik pembicaraan ke topik lain yang lebih “aman”, maka orang yang berbohong akan sangat gampang untuk mengikuti perubahan topik tersebut. Berbeda ketika ia adalah orang jujur, maka ia justru merasa tidak nyaman ketika terjadi perubahan topik yang mendadak yang dibuat oleh pihak penanya.
  • kondisi yang tidak nyaman membuat tubuh mengambil posisi bertahan dan tertutup, bisa dilihat dari tangan yang menutup, posisi kaki yang rapat, dan sedikit sekali melakukan gerakan-gerakan tangan dan kaki dalam mengkomunikasikan pikiranya, ketika melakukan gerakanpun, gerakanya akan terbatas dan terlihat kaku.
  • Orang yang berbohong juga akan berusaha menghindari kontak mata dengan orang yang sedang membuatnya merasa terancam, cenderung untuk menyentuh muka, tenggorokan, dan mulut, atau menggaruk hidung dan kuping bagian belakang.
  • Posisi bertahan yang dilakukan oleh seseorang yang sedang berbohong membuat dia merasa canggung untuk bertemu muka secara langsung dengan penanya, sehingga ia akan menempatkan suatu benda, bisa berupa gelas ataupun buku dan benda sejenisnya, di antara dia dan penanya. Ketika benda-benda tersebut tidak ditemukan, maka orang yang berbohong cenderung untuk mengarahkan badan ataupun kepalanya menjauhi penanya.
  • Sesorang yang berbohong akan berkata lebih banyak dari biasanya, menambahkan detail-detail yang tidak perlu untuk membuat pihak penanya mempercayainya, dan mereka tidak nyaman dengan kondisi diam ataupun jeda panjang dalam percakapan.

Gerakan mata

Dari mata turun ke hati, pepatah yang satu ini menunjukkan betapa eratnya hubungan mata dengan hati [langit: perasaan]. Tapi memang seperti itulah adanya, mata ternyata bisa mengekspos kondisi kejiwaan seseorang dengan lebih detail. Hal ini berdasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh Richard Bandler dan John Grinder dalam bukunya “Frogs into Princes: Neuro Linguistic Programming “.

Secara reflek, ketika manusia sedang mengakses otaknya, maka mata akan bergerak mendekati daerah di otak yang sedang diakses. misalkan, seseorang yang tidak kidal ketika sedang ditanya sesuatu maka matanya akan bergerak (dilihat dari sudut pandang penanya ) menuju:

Visually Constructed Ke atas lalu ke kiri
Mengindikasikan: Visually Constructed images (Vc)
Mata akan bergerak ke kiri atas ketika seseorang sedang mengimajinasikan sebuah bentuk visual. Misalkan seseorang diminta untuk membayangkan sapi berwarna ungu, maka arah inilah yang akan dituju oleh mata orang tersebut, karena ia sedang membentuk sebuah image khayalan berupa sapi dengan warna ungu pada bagian otak visual-kreatif mereka, yaitu otak sebelah kanan atas.

Ke atas lalu ke kananVisually Remembered Images
Mengindikasikan: Visually Remembered images (Vr)
Mata akan bergerak ke kanan atas jika seseorang sedang mengingat suatu bentuk visual. Misalkan ketika seseorang ditanya apakah warna mobil yang tadi pagi parkir di seberang rumahnya. Ketika orang tersebut benar-benar pernah melihat mobil itu, maka ketika berfikir matanya akan bergerak ke kanan atas, karena ia sedang mengakses bagian otak visual-teknisnya, yaitu otak sebelah kiri atas.

Auditory Constructed (Ac)Ke kiri
Mengindikasikan: Auditory Constructed (Ac)
Ketika kita maminta seseorang untuk membayangkan suara alien, maka secara refleks mata orang tersebut akan bergerak ke kiri. Hal ini dikarenakan orang tersebut sedang mengakses otak auditory-kreatifnya untuk menciptakan bunyi khayalan, yaitu di daerah telingan kanan.

Ke kananAuditory Remembered
Mengindikasikan: Auditory Remembered (Ar)
Mata seseorang akan bergerak ke kanan jika sedang mengingat bunti tertentu. Misalkan seseorang yang ditanya seperti apakah bunyi ledakan bom yang mengguncang Bali. Jika orang tersebut pernah mendengar bunyi ledakan itu, maka penanya akan melihat mata orang tersebut bergerak ke kanan ketika sedang memikirkan pertanyaan tersebut. karena orang tersebut sedang mengingat bunyi dengan mengakses otak di daerah telinga kiri.
Feeling / Kinesthetic Ke bawah kemudian ke kiri
Mengindikasikan: Feeling / Kinesthetic (F)
Ketika seseorang ditanya bagaimana perasaannya ketika sedang bertemu dengan calon mertuanya, maka penanya akan melihat mata orang tersebut akan bergerak ke kiri bawah. Fenomena ini juga terjadi ketika seseorang ditanyai tentang sesuatu yang berhubungan dengan bau, perasaan, dan cita rasa. Internal Dialog

Ke bawah lalu ke kanan
Mengindikasikan: Internal Dialog (Ai)
Kita akan melihat pergerakan mata seseorang menuju kanan bawah ketika orang tersebut sedang berbicara pada dirinya.

Otak kanan merupakan otak kreatif manusia, Sehingga ketika seseorang sedang diminta untuk mengingat akan tetapi ia malah berfantasi, yang ditunjukan dengan gerakan mata menuju otak kanan, tentulah ia telah berbohong. Hal ini bisa dilihat dari beberapa penjelasan di atas. Dan perlu ditekankan lagi, bahwa ilustrasi di atas dibuat berdasarkan sudut pandang penanya.

Ahirnya

Mulut memang bisa berbohong, tapi tubuh tidak, minimal perlu keahlian tinggi untuk bisa menutupi kejujuran dari tubuh manusia. Tapi perlu digarisbawahi, bahwa tidak semua orang memiliki kecenderungan di atas, karena artikel ini disusun berdasorkan pola psikologi manusia secara umum. Jadi jangan langsung menjustifikasi bahwa orang lain sedang berbohong hanya dengan berdasarkan bahasa tubuhnya sebelum melakukan investigasi lebih lanjut.

Artikel ini di buat atas bantuan dan sumber dari wikipedia.org, google.co.id, blifaloo.com.

8 Responses to “Lie Detection Skill”

  1. rilefitrajuniawan Says:

    dowo banget, sik lagi UTS rung sempat moco. Tapi kelihatannya bagus….

  2. kakilangit Says:

    1. rilefitrajuniawan: hehehe..buruan dibaca, trus kasih masukan yak..

    2. Ali S Kholimi: InsyaAllah mas, bikinya ini lumayan lama, tapi pas dapet sumber dari blifaloo.com jadi lebih mudah. sumbernya mang dari sana kok, proses belajarnya yang lama :D

  3. Guntar Says:

    Artikel yg bagus banget, Suf :)

    Tambahan ya, setahuku perempuan tu lebih perseptif ketimbang cowok dlm mbaca bahasa tubuh. Implikasinya, cowok tu lebih susah utk berbohong ke wanita. Atau dg kata lain, wanita tu bisa peka ama bentuk2 kebohongan seorang pria :-P

  4. kakilangit Says:

    4. Guntar: kayaknya iya deh.. :D

  5. tiul Says:

    wew~

    bagus nih..
    hue2

    tak coba praktekin ah..
    mksdnya mencoba mengamati yg laen,,ngamatin diri sendiri malah bingung nanti@
    ahahaha.. :)

  6. Alief Says:

    Hmm.. Baru baca sekarang, tapi kayaknya berguna dalam wawancara kerja hahahaha..

  7. sugianto Says:

    cukup bagus tulisannya tu, tapi apa masih ada sambungannya? misalnya, paras wajah, dahi, dagu, bibir, pipi, dan seterusnya.
    Ditunggu ni,,,,ntar saya mo jadi hakim,,,,,


Leave a Reply