Ketika suatu saat nanti aku mati, ada g ya orang yang akan menangisiku? Atau bahkan orang yang kucintaipun gak bakal ambil peduli dengan hal itu. Sesak rasanya kalau membayangkan hal itu akan terjadi. Jadi teringat kata-kata seseorang: “orang yang besar itu adalah orang yang ketika hari kematianya datang, banyak orang yang merasa kehilangan atasnya”. Semakin besar ia, maka semakin tinggi kuantitas orang yang berduka. Benarkah demikian?
Dalam islam memang tidak diajarkan untuk memperingati hari kematian seseorang. Bahkan Rasululla-pun tidak memerintahkan umatnya untuk mengenang hari kematian ataupun kelahiranya. Tapi tetap memperbolahkan untuk bersedih, bahkan ada satu tahun di zaman Nabi Muhammad, dimana Beliau harus kehilangan dua sosok yang sangat Beliau cintai, Khadijah sang istri dan paman beliau Abu Thalib, yang dijuluki sebagai tahun duka cita.
Banyak alasan yang bisa menyebapkan rasa kehilangan akan seseorang ketika hari kematian orang tersebut datang. Bisa karena jasanya yang sangat besar ataupun perasaan cinta terhadap sosok tersebut, ataupun alasan lain yang mungkin tak terdefinisikan.
Kematian memang urusan Allah, tetapi persiapan menghadapinya menjadi urusan kita. Ada ataupun tidak orang yang akan peduli dengan kematian kita kelak, juga tergantung dari persiapan dan amalan-amalan yang kita lakukan sekarang.




December 22, 2006 at 9:12 am
Yup, bicara tentang mati, itu sama sekali bukan tentang orang lain, tapi sepenuhnya tentang diri kita…dan Yang tlah mematikan kita… Egois yach… Tapi ya gimana lagi…. no way back gitu loh….
Ini kali yang namanya independensi tingkat akhir…. Mandiri semandiri mandirinya…. Hanya ada kamu dan Dia…. Hiii….ngeri yach….
January 24, 2007 at 2:09 pm
Gue mah sama sekali gak peduli, apa ada orang yg menangisi gue atau tidak pada saat gue mati nanti. Biar aja. toh gue mati, gak akan ngerasain apa2 lagi, gak bakalan tau apa ada 100 org yg nangisin gue atau tidak ada sama sekali…..
Hehehehe……
Mati itu cuma urusan kita ama yg Diatas, that’s all
January 24, 2007 at 10:05 pm
Numpang nimbrung nih Mas…
Wah, ogut ga setuju Mas, klo banyak yg ngelayat pertanda dia orang baik..
Hla wong pejabat korupsi mati aja yg ngelayat lebih banyak daripada klo tetangga saya yang pak RT mati kok?
January 25, 2007 at 4:45 pm
frandi:
Sepakat…
Eya Fairy:
Tapi ketika kita ingat kematian itu, minimal kita bisa mempersipakan diri untuk menyambutnya.
Pramur:
tapi dateng melayat belum tentu berduka loh mas
January 28, 2007 at 5:30 am
waduhh..kakilangit..serem juga nie blog,,
btw hidup jalani aja lagi, ga usah mikirin kematian, tanpa dipikirin juga bakal datang ,
jadi berbuatlah sebaik mungkin yang kita bisa dengan tujuan mendapat kebahagiaan di akhirat kelak…
mmmm….memangnya selain berduka datang ngelayat ngapain lagi k??
April 25, 2009 at 6:02 am
Terkadang memang jumlah orang yang takziah menjadi ukuran betapa besarnya/betapa terhormatnya orang yang meninggal tsb. Tapi jumlah tsb bukan menjadi ukuran oleh Tuhan.
*Beriman dan selalu memegang teguh keyakinan kita.