Rencana Tuhan

Habis membaca blog temenku Frandi, yang nyebut-nyebut tentang rencana Tuhan, aku keinget sebuah pepatah yang bilang: “Manusia hanya berencana, tapi Tuhan yang menentukan”. Heh :-o … apa gak salah pepatah itu. Kalo menurutku itu sangat salah. Bukanya yang bener itu: “Tuhan punya rencana, tapi manusialah yang menentukan”. Aku rasa itu baru pepatah yang bijak.

Tuhan memang maha perkasa, tapi tuhan tidak diktator dan tidak semena-mena menggunkan haknya sebagai tuhan untuk memanipulasi hambanya. Tuhan memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih ending yang diinginkanya. Tapi jelas dong, semua ada aturanya, persis kayak maen game RPG yang menyediakan multi-ending story. Pasti dalam game itu ada aturan yang harus dilakoni untuk bisa mendapatkan ending yang terbaik. Gak bisa sak karepe dewe.

Ya.. sekarang kita kembali ke masalah pepatah tadi. Kenapa sih dalam artikel ini pepatah yang sudah mendarah daging dan mengurat akar di sebagian besar masyarakat Indonesia ini disalahkan. Masalahnya jelas, menurutku pepatah itu mengajarkan sebuah sikap pesimis dan mudah menyerah. Banyak dari kita yang bersembunyi di balik pepatah itu hanya ketika kita tertimpa sial. Betul? Dan satu lagi yang lebih penting, pepatah itu telah membuat kita mengkambing hitamkan Tuhan. Mungkin kita sering tidak sadar telah melakukan hal serendah itu. Tapi coba kita ingat kembali, ketika kita mengucapkan pepatah itu, apa yang kita rasakan? Perasaan bebas dari kesalahan kan. Seolah-olah kita sudah membuat rencana yang sangat perfect, tapi dengan kekuasaan-Nya yang melebihi segalanya, Tuhan seakan-akan membuat recana kita yang sempurna itu menjadi berantakan. Itulah yang ahirnya membuat kita merasa pantas untuk menyerah dan putus asa.

Pun ketika kita mendapatkan kesenangan, tetap saja tidak cocok ketika kita berprinsip seperti ajaran pepatah tersebut. Karena hal itu hanya bisa membuat orang lain iri dan berprasangka kalo Tuhan itu tidak adil, karena hanya kita yang dapat kesenangan sedangkan orang lain tidak. Padahal mungkin rencana yang dibuatnya sama persis dengan rencana kita. Tentulah orang lain tersebut yang putus asa. Berbeda ketika prinsip universal yang dianut adalah Tuhan sebagi perencana segalanya. Ketika kita sukses dan orang lain tidak, walaupun rencana yang kita buat sama dengan orang lain tersebut, besar kemungkinan kalau orang lain tersebut tidak akan iri dengan kita. Karena dia akan beranggapan bahwa memang rencana Tuhan bukan seperti yang dilakukanya sekarang. Dan kegagalannya adalah murni karena kesalahan dia. Sehingga akan tumbuh masyarakat yang selalu introspeksi ketika mendapati kegagalan.

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (Qs. Ar Ra’d, 13: 11).

Dalam ayat tersebut memang dijelaskan bahwa Allah bisa menurunkan keburukan terhadap suatu kaum yang dikehendaki-Nya. Akan tetapi keadilan tentulah menjadi dasar Allah untuk menurunkan keburukan tersebut. Yang menarik dari ayat ini adalah pernyataan Allah sebagai Tuhan yang dengan tegas mengatakan bahwa Ia tidak akan mengubah nasib suatu kaum ketika kaum tersebut tidak mengubahnya. Dari sini bisa kita lihat bahwa sesungguhnya Tuhan telah merencanakan sesuatu untuk kita jauuuh sebelum kita menginjakkan kaki di muka bumi ini. Jadi fakta yang pertama: Tuhan memang telah merencanakan sesuatu untuk kita. Dan ingat, kita sebagai manusia diberi kebebasan untuk mengubah rencana tersebut sesuai dengan keinginan kita. So.. fakta kedua: Kitalah yang menentukan hasil dari rencana Tuhan.

Dalam menulis artikel ini, aku sangat deg-degan. Aku tahu ini materi yang berat, karena sudah masuk ranah yang sakral. Tapi keinginan untuk merubah sesuatu yang menurutku salah membuatku (agak) berani buat mempublish artikel ini. Masukan dan kritikan sangat diharapkan. Wallahu a’lam bissawab.

19 Responses to “Rencana Tuhan”

  1. dr Says:

    Dengan tidak menyinggung masalah agama atau segala tetek bengeknya, aku cuman berpendapat bahwa bagaimanapun, Tuhanlah yang menentukan segala rencana yang telah kubuat. Itu udah terbukti berkali-kali, sampai (pernah) aku hampir lupa siapa aku (dan Tuhan) itu sebenarnya.

  2. kakilangit Says:

    dr:
    hahaha…trus kamu (secara tidak langsung) menyalahkan Tuhan karena telah merusak rencanamu ketika rencana yang kamu buat itu gagal? makanya kita tuh cuma bisa jadi orang pesimis karena yakin sekeras apapun usaha kita bisa dengan mudah gagal karena kekuasaan Tuhan. Tuhan teh maha adil. Rencana-Nya-lah yang kadang kita kacaukan.

  3. rumahfrandi Says:

    wah….waktu nulis itu koq aku ga mikir sejauh itu ya….
    Ya, Allah…kalo yang di tulis Yusuf itu salah, hamba tidak ikut2 ya Allah… Ampunilah dia…. Tapi kalo yang ditulis itu benar, hamba rela kecipratan pahalanya ya Allah….

    :D :D :D

  4. d' Says:

    duwh… kalian b2 itu koq sll brantem ya?bentuk kemesraan kalian b2 aneh skali. klo ketemu juga suka ngelakuin ritual pukul memukul “itu” :p

  5. dr Says:

    oh.. sekarang aku tidak menyalahkan Tuhan… hari-hari gelap itu sudah berlalu kawan… kalo sekarang, aku hanya menyalahkan diriku sendiri… aku tahu Tuhan maha adil, tapi bukan rencana-Nya yang kita kacaukan. Yang kita kacaukan sebenarnya dari kita adalah restu dan ridho dari-Nya.

  6. kakilangit Says:

    rumahfrandi:
    entah kenapa ya kok koment kamu yang di atas dianggep spam? hehehe…sebenernya aku mikir gitu tuh udah agak lama fran, cuman pas baca blog kamu aku jadi kena triger buat numpahinnya..jadi karena kamu yang membuat aku jadi nulis, jadi klo dapet dosa kita bagi b2 ya :D

    dr:
    nah itu dia, berarti secara gak langsung kamu udah gak nganut prinsip tuhan punya rencana dan manusialah yang menentukan ahirnya.

  7. bank al Says:

    Yg paling tepat sih, manusia dan Tuhan sama-sama punya rencana.
    Namun tidak bisa dipastikan siapa yg menentukan. :D

  8. koecing Says:

    @ bank al > trus bagaimana dengan takdir? duwh.. aku jadi bingung deh…

  9. kakilangit Says:

    bank al:
    mmm…berarti manusia dan Tuhan punya hak yang sama untuk saling merubah rencana masing-masing ya bank. yang ini lebih seru lagi :D

    koecing:
    takdir kan segala sesuatu yang sudah terjadi, terlepas sesuai dengan rncana ataupun tidak.

  10. agorsiloku Says:

    Salam kenal dari Agor.
    Agor berusil-usil di sini :
    http://agorsiloku.wordpress.com/2006/12/10/memilah-dan-memilih-takdir/
    boleh jadi keliru, luruskanlah.

  11. Mr. Geddoe Says:

    Bijak, kamu, Pak… :D

  12. kakilangit Says:

    agorsiloku
    salam kenal juga om :D
    ga ada yang salam dalam beropini, yang salah itu kalo takut beropini :P

    Mr. Geddoe:
    Balum kok..masih dalam tahap belajar…masih sangat jauuuuuuuuh.. :D

  13. rzma Says:

    “manusialah yang punya rencana tapi tuhan jualah yang menentukan”
    di sini yang paling penting adalah bagaimana kita mempercayai atau kepercayaan kita kepada tuhan makanya berdoalah tuhan tunjukkan aku jalan yang benar…
    mintalah kepadanya…
    kamu slah kalu bilang manusia yang memutuskan…
    kalu kamu bisa memutuskan sesuatu hal,buat apa kamu minta rencana dari tuhan .toh juga kamu sendiri katanya bisa memutuskan sesuatu hal.
    emang kamu bisa nentuin rencana tuhan??apa kamu yakn rencana mu itu jauh lebih indah dari apa yang di rencanakan tuhan?kalo kamu yakin rencana mu lebih indah dari rencana tuhan.ya ga usah doa,toh juga kamu ga yakin ama dia buat menentukan segala rencana yang akan di nubuatkan sama kamu kan!capek2 to kamu doa,beragama,ibadah tapi kamu g yakin ama keputusannya tuhan!
    …mintalah maka kamu akan menerima..
    …carilah maka kamu akan mendapat…
    …ketoklah maka pintu akan di bukakan bagimu…
    dan percayalah!
    said to god semua rencana2mu tapi diatas segala rencanamu biarlah kehendak tuhan yang jadi bukan kehendak mu….
    thanxz…..huehhehe

  14. kakilangit Says:

    rzma:
    mas/mba rzma yang terhormat, mungkin mas/mba perlu mambaca lagi artikelnya, jangan cuman baca judulnya saja. di dunia ini semuanya mengandung pilihan. dan (menurutku) Tuhan sudah membuat skenario untuk semua pilihan tersebut. tinggal kita yang memilih pilihan yang mana.

    Seperti halnya koruptor. masak mas/mbak percaya bahwa koruptor tadi memang sejak awal diciptakan Tuhan sduah diplot jadi koruptor dan ahirnya masuk neraka?sangat tidak adil sekali jika Tuhan bersikap demikina, dimana letak Rahman dan Rahim yang seharusnya dimiliki Tuhan. dalam kasus koruptor tadi, Tuhan sudah membuat pilihan, apakah mau korupsi atau tidak, dan semua ending untuk pilihan tersebut Tuhan sudah mengetahui, lalu siapa yang menetukan pilihhan tadi, kita msa/mba, manusia.

    karena itulah manusia berhak mendapat hukuman (siksa) ketika dia salah menentukan pilihan, dengan memilih jalan yang sesat. karena memang sejak awal Tuhan sudah membuat semua pilihan mulai dari yang terbaik sampai yang terburuk. Kadang untuk menunjukkan pilihan yang paling tepat untuk manusia, Tuhan menurunkan hidayah untuk orang-orang yang dia kehendaki.

    begitu iktisar tulisan saya diatas. mohon dicermati kembali.

  15. rzma Says:

    ya right..life is all abouth choice,makanya buat judul juga harus cermat,renCANA TUHAN BUKAN RENCANA KECELAKAAN MELAINKAN DAMAI SEJAHTERA UNTUK MEMBERIKAN SUATU PENGHARAPAN KEPADA KITA DI MASA DEPAN!.kamu tau ga kalo rencana tuhan itu adalah future yang dijanjikannya kpada kita!so.kita juga harus tau dnk bahwa manusia itu tak luput dari dosa.tuhan tidak merencanakan seseorang itu yang jelek2,kalo seperti yang Qmu blang soal koruptor itu,tuhan memberikan pilihan mau korupsi atau tidak,nah sekarang kan tergantung manusianya dnk,kalo dia memilih ‘ia’berarti dia sudah jatuh kedalam dosa!
    ia bner kalo yang menentukan ending itu kita,tapi atas dasar ap??apakah atas kemauan sendiri atau ikut jalan tuhan,so yang memilih korup berarti sudah melenceng dari rencana tuhan!!karna pilihan tuhan itu slalu better.
    sekarang yang perlu kita ketahui bagaimana caranya kita mengetahui rencana tuhan itu indah pada kita??dan apa yang tuhan inginkan dari kita?
    “rencana tuhan itu indah pada waktunya”

    begitulah pendapat Qu..
    hehehe…

  16. rzma Says:

    ngomong2 soal takdir…
    tuhan hanya memberikan dua takdir pada manusia yaitu “HIDUP”dan”MATI”….

    i think so….

  17. Hartono Says:

    Wah koq ngomongnya pada ga nyambung ya? ^^v peace.

    Menurut gue, Tuhan yang punya rencana buat kita. itu maksudnya bukan jalan hidup kita ditentukan oleh Tuhan, namun Tuhan memberi kita pilihan2 hidup. Dan pada akhirnya kita sendiri yang menentukan. Dan ga kalah penting, harus memperhatikan hubungan antar sesama manusia juga. bukan dikit2 Tuhan, dikit2 Tuhan :P

  18. gege Says:

    bagaimana klo begini..
    Jadi ada 2 hal/sudut pandang yg sbaiknya dipisahkan, dan dicermati keterkaitannya, yaitu:
    1. hal ttg Tuhan dan rencanaNya, klo kita melihat semua sudah direncanakan/ditakdirkan, brati yg disebut sbagai Tuhan adalah suatu CAUSA PRIMA, semua yg terjadi akan berujung pangkal kepada Tuhan. berarti benar semua hal yg ada di bumi ini adalah bagian dari rencanaNya.
    2. hal ttg manusia dan rencananya, klo manusia sudah mrencanakan dan tdk terjadi sesuai yg diinginkan, pasti ada yg tidak tepat, ada yg kurang pas (terleps dari mengkaitkan dgn rencana Tuhan) sehingga hasil dr rencana itu tdk sesuai. maka sbgai manusia yg punya pola pikir maju, dlm mnyikapi itu, pastinya perlu adanya melihat apa2 yg tdk sesuai, apa yg kurang, apa yg musti dibenahi. sehingga bisa berhasil di kmudian hari. disinilah manusia jd sadar arti dari daya juang, pantang menyerah, memperhitungkan segalanya. nah bgaimana klo tetap tdk berhasil pdhal sudah diperhitungkan & sempurna?

    kaitan dgn 2 hal diatas, yg bisa mnjadi jwban dr prtanyaan hal ke-2. klo rencana yg dilakukan sudah dibenahi, dan masih tdk berhasil walo semua sudah sempurna. di saat inilah, manusia (klo sang manusia itu percaya pd apa yg disebut sbagai Tuhan, hal ke-1) perlu sadar bhwa, sesempurna apapun yg direncanakan dan sudah dilakukan dgn baik (mnurut manusia itu), dan tetap tdk bisa tercapai rencananya, disanalah Tuhan berkehendak. sang manusia sadar bhwa (mungkin) Tuhan memberikan alternatif lain yg harus dituju, mengingatkan utk mengubah rencana A mnjadi rencana B, ato hal hal lain yg harus diperhatikan & tdk melulu memperhatikan satu hal..banyak kemungkinan yg mungkin lebih baik dari sblmnya (Sya katakan mungkin krena sya tdk tahu rencana Tuhan). nah disinilah manusia mulai menentukan suatu keputusan atas pilihan yang ada dan bertanggung jawab atas keputusan itu. bertanggung jwb bila itu salah/benar (dlm dunia manusia). dan manusai sudah mmpyai kemampuan utk mnilai yg buruk dan baik (dlm lingkup dunia manusia). Jadi kebebasan utk memilih suatu pilihan dan rencana ttp ada dlm diri manusia, berproses atas rencana itu serta cara mengakhiri (ending) tetap dlm genggaman manusia. dan peran Tuhan (sbagai causa prima & rncanaNya), sebgai pengingat manusia atas khadiranNya dan memaknai serta menyadari rencana manusia sbagai bagian dri rencanaNya yg besar. utk mnyadarkan manusia ttg hal2 baik & buruk, sikap2 yg benar & salah.

    Demikian dari saya. Mohon bimbingan bila ada yg kurang dan yg perlu ditambah.. :)


Leave a Reply