Suatu ketika, naluri penjelajahanku menemukan sebuah blog yang unik. Extrovet tapi inspiring. Beberapa artikel yang dimuat, diantaranya tulisan yang ini, lalu yang itu dan yang itu lagi, sempat membuatku terbelalak
begitu beratnyakah menjadi seorang wanita? Apakah Tuhan memang menciptakan berbagai cobaan bagi wanita sehingga mereka mendapatkan posisi 3 tingkat diatas seorang laki-laki? Mulai dari perihnya datang bulan, sampai pertaruhan nyawa ketika melahirkan, belom lagi kalo masih dipoligami dengan tidak adil, semuanya membuat komplit penderitaan kaum hawa. Padahal, bagi kaum adam, paling-paling cuman ngerasaain sakitnya dikhitan
Wah enak dong jadi laki-laki, gak perlu bersakit-sakit ria tiap bulan, gak perlu ngerasa sakit kalo akan punya anak, dan gak perlu susah-sudah melakukan ritual berbau bad mood tiap bulan.
“Cobaan” Dalam Perspektif Pria dan Wanita
Dari artikel yang sudah dipranalakan di atas, yang kesemuanya membahas tentang datang bulan, bisa ditarik kesimpulan bahwa wanita mengalami beberapa periode dalam tiap bulanya, dimana dalam periode tersebut kondisi emosional dari seorang wanita menjadi tidak stabil. Labilnya emosi seorang wanita ketika kedatangan “tamu”, selain dikarenakan peredaran hormon yang berbeda dari biasanya, juga (mungkin) dikarenakan penderitaan jasamani yang mereka rasakan . Hal inilah yang dalam artikel ini disebut sebagai cobaan (tadinya pengen ngasih istilah “kutukan”, tapi takut malah kena kutuk sendiri
) gender versi perempuan.
Tentu bagi seorang sanguinis seperti aku, yang cenderung suka humor dan cuek, maka bertemu dengan orang yang lagi kena cobaan tentunya makan ati banget. Mau digodain pasti dongkol, mau dicuekin juga dongkol, ampun dah
![]()
Sebagai mahluk sosial, tentunya kita tidak mungkin lepas dengan yang namanya komunikasi. Bahkan setiap hari kita pasti melakukan komunikasi, baik itu dengan bahasa lisan ataupun non-lisan, dan mungkin lebih dari separuhnya adalah komunikasi antar gender. Apalagi dalam sebuah rumah tangga normal, komunikasi antar gender sudah pasti jadi hidangan wajib yang harus tersaji dengan sangat baik.
Banyak pertengkaran antar gender terjadi hanya karena kesalahpahaman dalam berkomunikasi, dan probabilitas kesalahpahaman mungkin akan meningkat ketika seorang perempuan sedang mendapatkan “cobaan”. Hal ini dikarenakan perputaran hormon yang berakibat pada labilnya emosi seorang wanita. Bahkan menurut sumber yang ini, ketika seorang wanita sedang mengalami PMS, maka mungkin juga timbul perasaan-perasaan negatif seperti cemas, cemburu, takut, dsb.
Melihat hal itu, tentunya kita (ini khusus aku tujukan kepada kaum laki-laki
) harus sangat berhati-hati dalam berkomunikasi dengan wanita yang sedang dapet cobaan. Kenapa? untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dan ternyata, melakukan hal ini sama susahnya, bahkan kadang jauh lebih susah dari pada harus menahan sakit tiap bulanya. Hal inilah yang dalam artikel ini disebut dengan cobaan versi pria.
Sebuah Usulan
Tuhan memang maha adil, wanita diberi cobaan, laki-laki juga dapat jatah yang sama dengan bentuk yang berbeda. Pilihanya adalah apakah kita (ini aku tunjukin ke semua gender
) mau lulus dari cobaan dari Tuhan atau cuma mau lari?
Coba sekarang kita berempati dengan pura-pura mencoba merasakan apa yang dirasakan oleh lawan gender kita. Untuk yang laki-laki, bayangkan jika anda harus mengalami penderitaan lahir batin tiap bulanya, pasti ngenes. Dan ketika hal itu terjadi, apa yang anda harapkan? perhatiankah? kasih sayangkah? atau teman untuk sekedar ngobrol? Dan untuk yang wanita, bayangkan ketika anda bertemu dengan orang yang mukanya cemberut, diajak bercanda malah sewot, dibiarin juga makin sewot, males banget kan? (kalo menurutku Itu jauh lebih ngenes dari yang ngerasain sakit itu sendiri)
Jadi pertanyaanya, susahkah bagi wanita untuk mencoba tersenyum ketika sedang mendapat cobaan? dan beratkah bagi laki-laki ketika harus memberikan perhatian lebih kepada wanita yang sedang mendapatkan cobaan?
Ketika hal itu mudah dan tidak berat untuk dilakukan, mari budayakan selalu tersenyum ketika sedang dalam “cobaan” dan tetap perhatian ketika pasangan anda sedang dalam “cobaan” Tuhan. Akan tetapi ketika hal itu susah dan berat untuk dilakukan, berarti kita memang hanya bisa untuk menghadapi ujian Tuhan yang satu ini tanpa bisa untuk berbuat sesuatupun.
Menurut anda?
sumber gambar: www.wikipedia.org




April 10, 2007 at 4:18 am
dudududu.. pengalaman pribadi ya?
April 10, 2007 at 4:19 am
Yup..sama kekasihku kok…
April 10, 2007 at 4:21 am
Waaaa…. kakakku sekarang udah punya cewek..
pantes sekarang aku dicuekin mulu
btw, koq bhsmu vulgar bgt? eh, gombal deh… pake kata kekasihku. rasanya aneh… biasanya orang2 bilang cewekku…
April 10, 2007 at 5:02 am
“Extrovet tapi inspiring” Hihihi..segitunya ya?
Terimakasih, atas dukungannya untuk mencoba mengerti kondisi perempuan dalam menghadapi PMS. Tulisan itu aku buat karena ternyata ada beberapa teman cowok yang bahkan tidak tau mengapa pada waktu-waktu tertentu perempuan di sampingnya yang biasa manis menjelma menjadi monster yang garang dan menakutkan hihihi.
Usulan kamu untuk menghadapi cobaan dengan senyum oke banget, dan patut diusahakan! tapi percayalah, di masa-masa pms ini, terkadang hati-otak-dan dan anggota tubuh lainnya tidak singkron.
April 10, 2007 at 2:21 pm
Hehehehe…jadi malu
*numpang ketawa saja ach*
April 10, 2007 at 2:41 pm
koecing:
kk-mu ini kan keren B)
cintabening:
iya mbak, blognya mbak kan vulgar tapi bermakna. jarang loh ada yang berani nulis yang begituan.
kalo aku masih belajar kok..juga masih belum bisa
deking:
padahal saya g bermaksud mempermalukan siapapun loh
April 10, 2007 at 4:54 pm
ampun dah… mencoba untuk merayu dengan versi curhat nih?
April 10, 2007 at 5:59 pm
dr:
dari unsur mana kok bisa dibilang merayu dan curhat
April 11, 2007 at 6:55 am
hihihi..julukan blogku tambah lagi ya deking
* Extrovet tapi inspiring
* Vulgar tapi bermakna
April 11, 2007 at 6:58 am
Uppss..tuh kan. Otak sama jari tangan gak singron lagi nih. Dikepala ada fahran a.k.a kaki langit, eh yang kesebut malah deking..
April 11, 2007 at 3:38 pm
hikss,, ternyata masih ada cowo baik di dunia ini,, hikss,, *terharu ceritanya,,*
April 11, 2007 at 4:42 pm
cintabening:
iya teh…
Rizma Adlia:
sebentar…sebentar mbak…kalo yang mba maksud itu aku, berarti mba udah fitnah tu
karena aku tu bukan cowo baik. tapi selain aku, masih banyak tuh yang baik. Tapi sayang, sebaik2 cowo, aku tetep g demen cowo
April 12, 2007 at 6:46 am
hahahahaha,, moga moga banyak orang baik deh di dunia,, mm,, kalo ampe situ demen ama cowo,, seru dong,,!
April 12, 2007 at 3:02 pm
hmmm….tulisan ini bagus bgd,,,,seenggaknya jd sadar saia beruntung bgd terlahir sebagai seorang cewe….alhamdulillah….saia paling ngga susah soalnya buat ngertiin orang…hehehe….
btw, pasti cewenya bruntung bgd y???
April 12, 2007 at 3:19 pm
@ na > aduwh… plis d.. mbak… writer tuh orangnya jahat. dia saja mengakuinya koq…
April 12, 2007 at 9:21 pm
wuihhh ramai juga nih soal cobaan wanita. Yang komen nggak ada yang lagi pms kan ?
April 13, 2007 at 2:17 am
hmm… bagus cup kamu bahas lagi dsini, kalo ga ada yang bahas gini cowok2 tu pada ga ngerti juga… (mungkin kamu juga
)
hmmm… jadi keinget… pa aku harus bahas definisi “lucu” dalam tiap konteks kalimat cewek yah?
April 13, 2007 at 8:31 am
@ NeeN > whehehe… maksaih mbak, udah dibahas…..
April 13, 2007 at 11:35 pm
you just need to calm down, sit there, throw your selfish mind away, and then listen..
April 14, 2007 at 2:03 pm
@koecing>hahahaha….
maling mana ada yg ngaku maling???
itu berlaku jg g ya buat orang baik???
hehehe…
April 15, 2007 at 1:19 am
berlaku gitu buat orang baek,, moga moga aja,, *hhmm,,,*
April 17, 2007 at 9:23 am
hahahaha…
lucu degh..
anegh deghh..
fiuuhhh..
May 15, 2007 at 8:31 pm
Salam Kenal
Sebenarnya laki-laki butuh kelembutan. Wanita butuh kekasaran.
Maksudnya, karena wanita lembut, laki-laki butuh wanita. Karena lelaki kasar, wanita butuh lelaki. Adilkan…
O ya, Permisi sebelumnya..Blog Anda Kupasang Di Link Ku. Thanks
April 18, 2008 at 2:16 am
komen singkat dulu yak…
jadi wanita itu susah….
November 20, 2008 at 4:35 am
apakah kita yang mau jadi anak, ataukah orang tua kita yang ingin jadi bapak/ibu? apakah kita yang menentukan mau jadi wanita atau laki-laki? jadi sepanjang hidup memang kita harus melalui cobaan hidup!