Banyak yang bilang kalo kasus meninggalnya Cliff Muntu yang terjadi di IPDN baru-baru ini, berakar pada diterapkanya pola militeristik dalam pola pendidikan di IPDN. Salah besar kalo saya bilang. Militerisme tidak pernah mengajarkan pembunuhan sesama teman, bahkan pada junior-nya. Tentu masih segar pula ingatan kita tentang kasus serupa yang menimpa Whyu Hidayat yang terjadi beberapa tahun lalu. Itukah Militerisme?
Kalau dilihat dari track record ini, terlihat sekali bahwa gelar premanisme lebih cocok untuk IPDN dari pada militerisme.
Bagaimana menurut anda?




April 10, 2007 at 7:50 am
Kalo dari cerita-cerita temen di Magelang, tindakan itu juga muncul di pendidikan militer.
April 10, 2007 at 8:56 am
dnial:
atau mungkin pihak militer lebih pinter nutup2i maslah serupa seperti yang terjadi di IPDN. entah
April 10, 2007 at 4:53 pm
hm… pendidikan militer sih, mungkin cocok kalo pake sistem otot gitu… lah kalo institusi yang mencetak calon pejabat???
maunya njelasin panjang lebar, tapi males ah, ada unsur SARA-nya…
April 10, 2007 at 5:29 pm
la wong sepeti itu di halalkan di STPDN/IPDN koq…
perubahan sistem pendidikan dan membubarkan STPDN solusi terbaiknya….
April 11, 2007 at 12:56 am
aku lebih percaya kepada pernyataan, “pihak militer lebih pintar menutupi”. Kalau urusan top secret, serahkan saja pada militer
April 11, 2007 at 3:19 am
dr:
pendidikan militer ya jelas cuman mengandalkan otot dan otak, tapi pendidikan untuk calon pelayan publik harusnya mengedepankan hati, bukan otot tanpa otak.
Hehehe..makanya aku g bahas banyak, udah banyak yang nulis c, intinya sama kok, cuman aku g srek dengan sebutan IPDN itu militerisme, lebih tepatnya premanisme
arul:
Usulan yang bagus
galih:
mungkin juga gitu mas, makanya aku gak pernah denger ada yang meninggal di pendidikan militer
April 11, 2007 at 8:18 am
Saya sepakat dengan saudara Yusuf, dalam militerisme, meskipun ada tindak kekerasan, pelaku tindak kekerasan sudah dididik sampai tingkat mana kekerasan boleh dilakukan, jadi ada instruktur professional. Mungkin bisa disamakan dengan pendidikan bela diri.
Kalau yang terjadi di IPDN, adakah instruktur professionalnya? Itu yang perlu ditanyakan. Dan pertanyaan lagi, yang terjadi di kampus biru tercinta, itu premanisme ataukah militerisme?
April 19, 2007 at 11:46 pm
Hmmm…kalo dibilang gtuw ya bener juga..militerisme sebenernya gak jelek, mereka juga cenderung ngajarin untuk punya disiplin tinggi ..jadi, setuju kalo yang di IPDN itu bukan militerisme, tapi premanisme!
Lagian dari yang gw liat selama 19 tahun ini (bokap gw ABRI, mimpin kayak sebuah sekolah akmil gtuw sekarang), gak ada tuw yang semaca penyiksaan gtuh, memang sih keras, tapi tentunya masih kenal batasan dan tanggung jawab. Kalo yang di IPDN itu semata2 cuma ajang unjuk kekuasaan, hal yang dilakukan cuma untuk kepuasaan individual dan sama sekali tidak bertanggung jawab.
May 13, 2007 at 11:35 am
Militerisme tidak pernah mengajarkan pembunuhan sesama teman
Dasar teori yang salah
pernah dengar istilah ‘decimation’ ?
itu artinya, kalau ada Legiun ROmawi yang tidak disiplin maka satu dari sepuluh (decem) anggota legiun itu akan dihukum mati untuk mendisiplinkan …
May 13, 2007 at 5:51 pm
Arif Hidayat
wah..ni anak ketinggalan jaman… loe hidup jaman kapan bang?g usah jauh2 kalo gitu, jaman Nazi juga mungkin ada yang begituan.
tapi masih ada ga yang pake istilah-bener-mu itu sekarang?kalo memang masih ada, ya baguslah. berarti greenpeace harus bikin aksi untuk para tentara dulu sebelum aksi menyelamatkan ikan paus
May 15, 2007 at 4:49 am
Saya ingin lihat dari sisi pelaku.
Pasti ada faktor yg membuat mereka marah, kesal dan putus asa atas tingkah laku korban.
Bisa jadi korban susah di beri pengarahan, bebal, sok tahu, sok pahlawan dan pelawan. Sehingga pelaku hilang akal, emosi dan hilang kontrol.
Dan situasi kejiwaan seperti ini sangat manusiawi, dlm kehidupan sehari-hari. Bahkan di sepakbola kasus Sidean Prancis, contoh yg paling kongkrit.
Masalah nya sekarang aturan main nya bagaimana.
February 9, 2009 at 4:10 am
jelas bgt militerisme beda dgn premanisme, di btkny militerisme krna mmg ada tujuan ttntu lah kalo premenisme tu g ada ujung pangkal tujuan…. itu hny ada pd org2 konyol d amburadul…………kayak sekumpulan binatang….
March 22, 2009 at 12:57 pm
23 Maret 2009
e…memang..kalao melihat kekerasan yang dilakukan oleh senior IPDN terhadap juniornya, ini menunjukan bahwa pendidikan militer sudah berubah fungsi. Bukan lagi mencetak disiplin tapiiiiii…..siapa kuat dia menang.