Kasus PHK kembali muncul ahir-ahir ini, saatnya raksasa sepatu Nike cabang Indonesia yang terkena kasus. Akan tetapi apakah yang ada di balik pikiran para petinggi Nike sehingga berani-beraninya memutuskan kontrak dengan beberapa perusahaan swasta dalam negeri?
“Nike Indonesia beralasan pemutusan kontrak dilakukan karena kualitas sepatu merek Nike produksi HASI dan NASA dinilai tidak memenuhi standar mutu”.
sumber: Media Indonesia Online
Ada beberapa hal yang bisa kita cermati disini, pertama adalah press release mereka yang menyatakan bahwa kualitas produk yang dihasilkan oleh rekan bisnis mereka berada di bawah standard Nike. Perusahaan mana yang mau mengorbankan standardnya? Bahkan tukang pentol di kampusku-pun tahu kalo standard pentolnya turun, berarti bakal ada pelanggan yang dikecewakan.
Yang kedua, pantaskah kita menyalahkan orang lain katika sebenarnya letak kesalahan ada di kita? Sebaiknya para karyawan PT.HASI dan karyawan PT. NASA tidak asal minta agar proyek dikembalikan kalau ternyata masih belum bisa memenuhi standard yang ditetapkan.
Yang ketiga, Nike mungkin perlu dana investasi tambahan untuk mengedukasi karyawannya. Dalam hal ini, memberikan kesempatan sekali lagi untuk membuktikan bahwa kedua perusahaan rekan kerja mereka, PT. HASI dan PT. NASA, bisa kembali menghasilkan produk yang sesuai dengan standard mereka tanpa harus merumahkan karyawan-karyawanya.
Yang keempat, bagi pihak pengusaha, mungkin perlu mengkaji ulang, apakah kompensasi yang merka berikan untuk para karyawan sudah sesuai. Sudahkah mereka memberikan standard gaji yang layak sebelum mereka meminta standard produk yang tinggi bagi para karyawanya?
Menjadi kasus yang rumit memang. Kenapa? Karena disisi pengusaha, tentu gak ingin menurunkan standard yang nanti akan mengakibatkan ketidakpercayaan pasar akan produk yang dihasilkan. Yang ujung-ujungnya bisa menghancurkan perusahaan secara pelan-pelan. Kalau perusahaan hancur, maka tentu gak ada lapangan kerja yang bisa dipakai oleh para karyawan yang menggantungkan hidup di perusahaan itu. Sedangkan bagi sisi karyawan, mereka tentu gak mau dirumahkan karena (mungkin) hanya dari perusahaan itulah tempat ia mencari nafkah.
Apapun yang dipilih oleh pemegang keputusan di perusahaan itu tentu akan menghasilkan PHK, cuma PHK mana yang akan dipilih?
Ya.. entahlah, mungkin aja para karyawan perusahaan rekananya Nike itu gak digaji sesuai standard, sehingga ahirnya menghasilkan produk yang dibawah standard pula. Kita tunggu aja aksi daripemerintah
.
Sumber gambar: www.media-indonesia.com




July 20, 2007 at 8:33 am
*
pertamax yah…. tapi ngak penting*yah begitulah kita negara ini jikalau sedang di kuasai sama kapitalisme, yang setiap saaat seenaknya mencabut dan memberhentikan pabrik yg ada di Indonesia…
July 20, 2007 at 9:08 am
pilihannya, jadi-di-PHK atau tidak-jadi-di-PHK..
dan kayaknya untuk orang Indonesia, dah ketebak deh pilihan mana yang bakalan diambil..
July 20, 2007 at 10:05 am
negara buruh.. negara budak….
negara ga punya kekuatan untuk membela rakyatnya sendiri..
*salam kenal*
July 20, 2007 at 10:36 am
Mau dilokalisasikan di Vietnam kali ya. Tenaga buruhnya khan lebih murah.
Nimbrung yak!!
July 20, 2007 at 12:06 pm
Hare gene nunggu pemerintah?
July 20, 2007 at 12:44 pm
aRul:
soalnya aku pake bensin sih
*
*eh maaf ya mas arul, pertamaxnya aku coret
begitulah mas, pas indonesia punya perusahaan gede semacam indosat, eh malah dijual ke luar negeri. memang aneh negeri ini.
rickisaputra:
jelas mas, tapi kalo kita milih yang tidak PHK, kita juga harus memperhatikan kinerja kita, jangan sampe ada di bawah standard
almascatie:
*
yah kalo itu kembali ke mental sih mas. tapi seharusnya rakyat indoensia juga bisa membela diri. dengan cara membekali diri dengan ilmu dan skill.
*salam kenal juga mas
juliach:
wah mungkin juga tuh mbak..trus abis itu rakyat indonesia jadi TKI di vietnam, n kerja disitu lagi
dnial:
itu sama kayak nunggu kamu selesei ngerjain TA
piss dan….
July 20, 2007 at 5:25 pm
Aaaaarrrrggghhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!
Nggak tak donlotno naruto karo eyeshield lho…
July 20, 2007 at 8:50 pm
setau gw c, habis baca berita kemaren di jawapos, kalo NIKE tuh minta harganya diturunin, dari semula $11 per sepatu jadi $7,5. Itu kalo gak salah sih. Nah perusahaan nya gak mau. Soalnya gak bakalan nutup gaji buruh yang kalo ditotal sama duit lemburnya “cuma” 2 juta rupiah sebulan
July 21, 2007 at 3:17 am
huuuu… d’gtw brita neh… denger radio cuma nyari lagu2 baru aja..
July 21, 2007 at 4:27 am
dnial:
Nha…ini aktipitas yang mengganggu keberlangsungan TA… tapi teruskan dan…tanpa naruto seminggu, badanku udah sakaw nih
setanalas:
Mmmm…seperti itu ya, mungkin klaim Nike kalo kualitas produk sibawah standard itu palsu ya..soalnya (kayaknya) gak mungkin deh, Nike mau beli produk dengan kualitas bibawah standard walaupun harganya murah. mang dia mau ngorbanin image produk mereka dengan jualan barang ecek2?
koecing:
katanya radio sumber berita juga pus
July 24, 2007 at 2:22 pm
Kena PHK memang pahit, baik itu Putus Hubungan Kerja apalagi kalau Putus Hubungan Kasih. Salam eksperimen aja.
July 31, 2007 at 6:51 am
@ setanalas
Masak sih belinya segitu? Di sini harga sepatu Nike minim 100 Euros/pasang bahkan ada yg sampai 285 Euros (mungkin ada yg lebih). Walaupun diskon aja hanya 70-an Euros, yg ini sudah ngabisin seri.
Masak ngak mau bayar $ 11? Wah itu hanya alasan mo ngak kasih order lagi!
June 17, 2009 at 2:16 am
maka berbisnis lah apa saja pebisnis di indo hanya 14% sedangkan pekerja 85% jadi pesaing bisnis sedikit, lam kenal yaa