“Nothing to lose” theorem

challenge_box.jpgKemaren pas lagi maen ke kantornya fabertechnology, aku sempat lihat beberapa puzzle 3 dimensi yang tergeletak. Memang dasarnya lagi nggak ada kerjaan, ya aku sahut aja puzzlenya, aku bongkar ‘n coba-coba buat nyusun balik ke bentuk idealnya. Detik demi detik berlalu, menit demi menit meninggalkanku, tapi tetap saja puzzle itu belum bisa aku susun dengan benar. Ketika kondisi mutung mulai menguasai otakku, bahkan aku sempat ngomong: “nyerah dah”, tiba-tiba keajaiban terjadi, aku berhasil memecahkan teka-teki puzzle itu. Kenapa?

Mungkin hanya sebuah kebetulan, tapi mungkin juga ketika itu otak sudah bersih dari niatan untuk menyombongkan diri. Sehingga ketika muncul ke-mutung-an, simbol sombong yang sebelumnya bercokol di benakku hancur, yang (mungkin) membangkitkan kreatifitas lebih, yang sebelumnya tersumbat oleh kotoran hati yang bernama kesombongan. Kondisi inilah yang aku maksud dengan nothing to lose, yaitu kondisi ketika hati bersih dari segala kotoran hati, seperti: sombong, riak, iri, dengki dan yang sejenisnya.

Dalam Islam kondisi ini dikenal dengan sebutan ikhlash.

Jadi, dengan sedikit menggeneralisir masalah bisa disimpulkan bahwa: ketika hati bersih dari hal-hal yang bisa merusak kemurniannya, maka manusia akan lebih powerfull dalam menyelesaikan berbagai macam persoalan. Nothing to lose kan 😀

Advertisements

7 Responses to ““Nothing to lose” theorem”

  1. buchin Says:

    Teori “nothing to lose??”
    memang dasarnya manusia ga boleh sombong ya? hehe.

  2. Guntar Says:

    kepasrahan dan mentalitas Nothing to Loose tampaknya memiliki bentuk kecerdasannya sendiri ya. Aku kira ini berlaku terutama untuk aktivitas yg melibatkan upaya berpikir. sementara utk yg melibatkan upaya fisik, sepertinya tekanan -adrenalin rush- malah lebih bagus.

    paling nggak, kita tahu kan kenapa maba yg dibentak2 tu jadi bego. krn memang begitulah tabiat pikiran. klo ditekan, dibikin ga ikhlas, dibikin marah, sistem limbiknya jadi kelainan; ndak bisa cerdas & kreatif. Lha wong yg kerja tinggal bagian otak primitifnya.

  3. kakilangit Says:

    buchin:
    Betul sekali, kan yang boleh sombong cuman Allah 😀

    guntar:
    bener mas, kayaknya memang cuman untuk aktifitas berfikir. Berarti ketika kondisi ikhlas g dapet, yang keluar isting melarikan diri yak, kayaknya fungsi otak primitiv tuh yang berhubungan dengan kelangsungan hidup individu ya mas?

  4. edithole Says:

    saya sepakat banget dengan kesimpulan yang diambil…hanya sayang mas…kok masih bisa merasa KEBETULAN…rasanya kata itu MENAFIKAN CAUSA PRIMA deh…:) apalagi penggunaan frase “mutung” (bahasa jawa) saya menangkap kakilangit mengenal juga frase “ndilalah” (dalam bahasa jawa yang gaada terjemahannya di bhs indonesia setidaknya saya belum menemukan; “ndilalah” dalam bahasa jawa tidak hanya sekadar berarti “kebetulan” karena “ndilalah” itu = kersaning Allah) dengan “kersaning ALLAH” (kehendak ALLAH), maka “kebetulan” itu nggak ada… btw salut buat kakilangit dan untuk semua. Wallahualam bi sahawab…

    • happy Says:

      setuju, tapi inget bahwa kebetulan hanyalah korban salah pake ajah, bukankah kebetulan = kebenaran? dimana kata dasarnya betul dan mendapat awalan ke, akhiran an yang berarti sesuatu yang betul / hakikat?.. orang aja memaknainya sebagai “sesuatu diluar kontrol” padahal kan cuman “diluar kontrol pelaku atau aktor saja” bukan diluar kontrol yang maha kuasa…

      dan ndilalah memang ” kersaning Allah yang Alhamdulillah “

  5. imam Says:

    nothing to lose is, do your best and God will do the rest.. hehehe. nice article

  6. Bambang Sukarno Hikbhal Says:

    Nothing to lose dlm makna sederhana memang ikhlas..yg bila diterjemahkan secara luas..pasrah yg berketuhanan, sy anggap bagian dari keimanan kepada Allah SWT, Amin Yra ..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: