Tolong Jawab Kami Pak

4 tahun sudah saya mendekam di kampus ini Pak, walaupun gak banyak ilmu “kasar” yang dapat saya ambil, tapi ada beberapa kemajuan dalam diri saya yang sebenarnya bukan ulah dari kurikulum antah-berantah ini. Kalau cuma belajar jaringan ataupun pemrograman, banyak buku atau sumber lain yang bisa ngajarin saya lebih baik dari pada sistem belajar-mengajar yang dipraktekkan oleh beberapa dosen. Atau Pak, mungkin sebagaian mereka memang sedang belajar untuk mengajar?

Pak, sekarang saya tiba di masa-masa yang oleh kampus disebut sebagai masa akhir, dimana saya dan teman yang lain harus segera mengahiri petualangan edukasi kami kalau tidak ingin diahiri-paksa karena usia kami yang udah kelewat uzur.

Ah sudahlah Pak, mungkin memang saya yang terlalu bebal untuk menerima ilmu yang diturunkan oleh bapak dan ibu dosen disini. Tapi apapun itu yang terjadi, saya tetap menaruh harapan pada pergantian Dekan kali ini, pada saat Bapak dinobatkan sebagai orang nomor satu di fakultas ini. Dan mudah-mudahan ketika Bapak nanti menjabat, Bapak bisa mewujudkan sistem perkuliahan yang adil dan bijaksana untuk semuanya.

Bapak masih ingat kasus yang diangkat sama temanteman kuliah saya tempo hari? Ah..atau mungkin Bapak tidak menyadarinya, kalau Bapak tidak tahu, alangkah baiknya Bapak baca dokumen ini dulu. Kasus yang multiinterpretatif sih, kadang bisa dianggap sebagai solusi agar mahasiswa tidak sempat berkarat terlalu lama di kampus, tapi kadang juga dianggap sebagai holocaust-nya kreatifitas mahasiswa 😈 (sumpah kata-katanya kok serem ya).

Dan Bapak tahu, kadang ketidak adilan juga muncul di tempat lain, misalkan dalam penilaian suatu mata kuliah, yang mungkin sudah dianggap sebagai ranah yang sakral sehingga hanya dosen saja yang berhak mengtahui berbagai parameternya. Itu sangat wajar, akan tetapi, tolong beritahu mereka Pak, kalau memang mereka harus menutup mata ketika sedang menilai, jangan sampai hasilnya mengecewakan salah satu pihak. Silahkan nilai kinerja saya sambil merem, sambil mengingat semua polah tingkah saya, tapi tolong beri saya hanya nilai A atau minimal B (rakyat kan bisanya cuma minta πŸ˜€ ). Atau kalo memang gak bisa, tolong buat skenario sehingga saya gak perlu berburuk sangka seperti sekarang. Ajari mereka cara merandom nilai dengan baik, sehingga hasilnya tidak kelihatan seperti dirandom.

Yah sebagai salah satu korban dari meremnya dosen ketika menilai mahasiswanya, makanya Saya bisa bilang seperti itu, dan saya sudah 2 kali jatuh dalam kesialan yang serupa tanpa bisa berbuat banyak (tentunya ga bisa berbuat banyak karena ada beberapa alasan yang membuat aku lebih baik diam).

Berangkat dari situlah sehingga saya punya harapan dalam pergantian Dekan kali ini. Mudah-mudahan Bapak selaku Dekan yang baru bisa membuat kultur baru dalam seni menurunkan ilmu dari para dosen kepada mahasiswa. Jangan sampai Bapak biarkan para dosen hanya menghabiskan uang dan resource untuk kuliah lagi, kalau pas balik nanti mereka tidak mampu menurunkan ilmunya dengan bijak.

Sebenarnya bukan cuma Bapak saja yang bisa menjawab harapan saya, saya yakin bapak dan ibu dosen yang lain juga bisa menjawabnya. Saya yakin, siapapun Anda pasti bisa memimpin fakultas ini lebih baik daripada periode sebelumnya. Siapapun anda, saya akan sangat berterima kasih sekali.


FYI
Pada tanggal 22 Juni 2007 kemaren di fakultas kami sudah diadakan penghitungan suara untuk Dekan baru.

Advertisements

19 Responses to “Tolong Jawab Kami Pak”

  1. rile Says:

    ayo suf, ndang di kirim nang kono…..

  2. dr Says:

    hm…
    nilai JarKom ku = jarang masuk, telatan, uts-uas-tugas mbuh-mbuhan, nilai AB
    nilai GrafKom = jarang masuk, uts-uas mbacem, dosen juga jarang masuk, nilai A
    nilai Pola = rajin masuk, bawa buku, niat, tugasnya susah, dosen memaksakan kehendak, nilai D

    ya terkadang hidup ada yang diatas ada yang dibawah :mrgreen:

  3. aRuL Says:

    semangat saya mendukung πŸ™‚

  4. peyek Says:

    Ajari mereka cara merandom nilai dengan baik, sehingga hasilnya tidak kelihatan seperti dirandom.

    lha kok masih ada fenomena dosen seperti ini!

  5. kakilangit Says:

    rile:
    weleh…jangan ah, nanti aja kalo aku udah lulus.. πŸ˜€

    dr:
    yah..kalo sama2 ngerandom mbok ya nilai randomanya yang bagus2. aku seh sebenernya gak pengen hidup dibawah πŸ˜€

    aRul:
    mas arul ini mendukung yang mana ya?
    *sok gak tau..*

    peyek:
    ssst..mungkin saya salah tulis mas, mungkin bukan merandom, tapi menilai sambil tutup mata πŸ˜€

  6. aRuL Says:

    mendukung gerakan yg di tulis di beberapa blog anak TC (angkatan 2003 semua kayak’e) yang mengutuk kejadian ini… πŸ™‚
    *nyambung ngak yah…..bingung juga*

    anyway mendukung untuk dosen tidak merandom nilai tetapi juga transparansi nilai….

  7. Redaksi Dewa Dewi Says:

    Gw numpang lewat. Boleh, khan ? Artikelnya asyik n berbobot. Salam kenal

  8. M Shodiq Mustika Says:

    Segitu besarnya pengaruh dekan bagi mahasiswa? (baru tau nih…)

  9. Ferry Says:

    walah nanti mereka bilang “Dosen juga manusiaaaaa” tp jujur memang kuliah skrg klo mo dibilang cari ILMU susah coz lebih banyak kita dapet dari buku dibanding dari dosen, mungkin selain ijazah yang kita dapet dari kuliah adalah suasana keilmuannya, interaksi untuk mencari sumber ilmu, dan semangat keilmuannya sendiri. (* hehehehe mode sok teu status: ON *)

    Salam

  10. rile Says:

    kriyip kriyip….. makane tho sopp, ndang lulus gek ndang dadhi dosen TC, ngganteni pak Suli

  11. kakilangit Says:

    aRul:
    terimakasih dukunganya mas..

    Redaksi Dewa Dewi:
    boleh aja kok.. terimakasih..salam kenal juga..

    M Shodiq Mustika:
    selama ini sih g begitu berpengaruh positif sih mas, cuma sapa tahu kedepanya bisa jadi ada pengaruhnya..

    Ferry:
    yah itulah manusia dengan segala kekurangan dab kelebihannya. entahlah, dikuliah aku “cuma” dapet temen doang.. (temen yang sama2 tertindas :mrgreen: )

    rile:
    weleh…aku g ikut2 lo ya..kalo besok ilatmu jadi penyet πŸ˜€

  12. dnial Says:

    Malangnya nasibmu…
    Sabar ya le… orang sabar disayang Tuhan.

  13. Shelling Ford Says:

    kayaknya kita sama…
    dalam beberapa kasus, yg bisa kita banggakan dari kampus kita adalah kampus sebagai sebuah komunitas, bukan dari sisi edukasinya.

    kadang2 saya mikir, saya bisa nyampe di sini ini gara2 teman2 saya, bukan gara2 dosen2 saya di kelas

  14. koecing Says:

    hehehe.. ternyata drmu mosting jg crita ini… πŸ˜€

  15. kakilangit Says:

    dnial:
    betul dan..mari kita bersabar…asalkan tidak mutung..

    Shelling Ford:
    betul mas joe…sepakat bin setubuh setuju πŸ˜€

    koecing:
    yah..begitu lah pus…sebagai sama2 orang yang teraniaya, kita harus saling membantu 😈

  16. galih Says:

    sedih juga kalau mahasiswa sekarang berpandangan seperti ini 😦 yah… khas anak himpunan lah.. πŸ™‚

  17. kakilangit Says:

    galih:
    wah berarti jaman dulu ga ada yang punya pandangan seperti ini ya? memang jaman dulu g ada ato gak berani ngungkapin (menulis kan selemah2nya mengungkapkan πŸ˜€ )
    yup..khas yusuf yang suka protes.. apa hubunganya ama anak himpunan cak?
    mas iki lo sukane menggeneralisir..

  18. dr Says:

    generalisir mode: on
    @galih: ya gini ini, kalo ada orang yang nggak tau apa-apa kasi komen 😈
    generalisir mode:off

    ya jgn gitu dong mas, menurutku yusuf itu bener kok, dia juga kan yang udah ngerasai manis-pahitnya birokrasi ITS (dan emang si PR I dan ex. PD III itu agak gimana gitu…. πŸ˜› )

    aku beda dengan mas, aku malah sedih kalo ada orang yang jalan pikirannya sama seperti sampeyan…..

    ya tapi… bhinneka tunggal ika tho? :mrgreen:

    -=komen yang nggak penting dari orang yang lagi liburan :mrgreen: =-

  19. baskoro Says:

    hahaha. satu lagi blog yg nulis ttg kejadian yg kita2 alami. awas mas cup, engko ono sing ngamuk2 gara2 sampeyan nulis neng blog. wis ono contone lo. padahal moco blog’e ae durung wis ngamuk2.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: