“Swastanisasi” Instansi Pelayanan Publik

Semua ini berawal ketika aku mau majekin motorku tersayang, ternyata ruwet birokrasinya. Sampe ada seseorang nyeletuk,” Mau mbayarin negara aja kok dipersulit!”. Sebuah reaksi spontan yang sebenernya juga diteriakkan oleh hatiku. Entah kenapa, setiap aku ngurus yang begituan, ujung-ujungnya pasti ngeluh, bukan saja karena pegawainya judes-judes, tapi lebih karena pelayanan yang kurang costumer oriented. Read the rest of this entry »

Lulus, Kenapa Musti Konvoi?

Entah darimana dan kapan tradisi arak-arakan keliling kota ketika menyambut berita kelulusan dimulai. Tapi sayangnya, hal itu sudah membudaya di kalangan pelajar di Indonesia. Tanpa konvoi, mungkin bagi mereka terasa seperti nulis artikel di blog tanpa di pubish, hambar banget kan? Read the rest of this entry »

Sekarat Setelah Mati

Dua bulan terahir ini, otak terasa sangat berat untuk diajak kompromi. Bahkan hanya sekedar mengkonsumsi berita di koran dan tivi udah muak, apalagi untuk meciptakan sebuah berita baru yang harus menghiasai layar di kakilangit. “Ah…terlalu muluk kamu ini…”, begitu guman otak kreatifku. Masih ingat kasusuku yang ini? Peristiwa itu kini terulang lagi, tapi bukan mengenai yang-terhormat-tcinta, melainkan sekedar ketakutanku untuk menulis apa-apa yang selama ini aku rasakan, yang mungkin sudah mulai membusuk dan meracuni otaku. Read the rest of this entry »

Polisi di Mata mBah Sastro

polisi brutalPernah suatu ketika dalam sebuah perjalanan dari kota Magetan tercinta menuju kota Pahlawan, aku bertemu dengan sesosok lelai yang sudah cukup berumur. Penampilanya sangat sederhana, dengan baju garis-garis putih yang sudah meulai usang dimakan usia, ditambah topi khas model kupluk yang sering dipakai lelaki seusianya. Semakin menambah kesan sederhana dan bersahaja. Sorot matanya tajam, berbeda dengan banyak wajah yang siang itu mulai menggerutu dan mengutuk panasnya bis kota. Lelaki itu duduk di depanku.

“Ya yang bolpennya pak, model baru pak gak pake tinta, silahkan dicoba, warna dan corak bisa dipilih”.

Salam khas pedagang asongan kala itu, telah merusak lamunanku, yang pada ahirnya membawaku pada sebuah percakapan yang syarat akan pesan. Read the rest of this entry »

Militerisme Beda Dengan Premanisme

Banyak yang bilang kalo kasus meninggalnya Cliff Muntu yang terjadi di IPDN baru-baru ini, berakar pada diterapkanya pola militeristik dalam pola pendidikan di IPDN. Salah besar kalo saya bilang. Militerisme tidak pernah mengajarkan pembunuhan sesama teman, bahkan pada junior-nya. Tentu masih segar pula ingatan kita tentang kasus serupa yang menimpa Whyu Hidayat yang terjadi beberapa tahun lalu. Itukah Militerisme?

Kalau dilihat dari track record ini, terlihat sekali bahwa gelar premanisme lebih cocok untuk IPDN dari pada militerisme.

Bagaimana menurut anda?

Cobaan Gender?

Face EmoticonSuatu ketika, naluri penjelajahanku menemukan sebuah blog yang unik. Extrovet tapi inspiring. Beberapa artikel yang dimuat, diantaranya tulisan yang ini, lalu yang itu dan yang itu lagi, sempat membuatku terbelalak 😯 begitu beratnyakah menjadi seorang wanita? Apakah Tuhan memang menciptakan berbagai cobaan bagi wanita sehingga mereka mendapatkan posisi 3 tingkat diatas seorang laki-laki? Mulai dari perihnya datang bulan, sampai pertaruhan nyawa ketika melahirkan, belom lagi kalo masih dipoligami dengan tidak adil, semuanya membuat komplit penderitaan kaum hawa. Padahal, bagi kaum adam, paling-paling cuman ngerasaain sakitnya dikhitan 😀 Read the rest of this entry »

Guru “Diperkosa”, DPR Maen 4 Mata

Habis mbaca tulisan ini trus dilanjutin baca di sini yang keduanya membahas tentang “korupsi” terselubung DPR, disambung dengan membaca tulisan pak guru ini, tentang nasib guru yang harus rela “diperkosa” keadaan. Aku jadi berfikir kalau Indonesia itu memang negara yang aneh, karena semua banyak anggota DPR yang mungkin salah asuhan. Mereka mengartikan definisi “wakil rakyat” saja dengan sangat denotatif sekali, sehingga bukannya mewakili suara dan jeritan rakyat, tetapi malah mewakili rakyat dalam menerima berbagai dana dan tunjangan yang seharusnya bisa turun untuk rakyat. 😯 Rakyatpun cuman bisa gigit jari. Read the rest of this entry »